Tuesday, December 18, 2012

4 Kebiasaan yang bikin si jomblo susah laku

Ada yang bilang jomblo itu pilihan, bukan nasib. Tetapi kalau Anda juga memilih untuk jomblo dan memelihara kebiasaan buruk seperti yang dilansir dari Your Tango ini, Anda pasti akan benar-benar makin susah laku! Invasif Saat berbicara dengan lawan jenis, sebaiknya Anda tidak membiasakan diri untuk bersikap invasif. Invasif maksudnya adalah sikap selalu menyerang lawan bicara. Sebab siapapun pasti tidak suka jika kerap dicecar pertanyaan oleh orang lain. Impulsif Impulsif merupakan tindakan yang terlalu tiba-tiba sesuai dengan kata hati. Padahal sikap impulsif ini adalah kebiasaan yang paling ditakuti oleh wanita. Anda juga harus ingat kalau hubungan yang buru-buru dibangun pasti justru akan cepat kandas. Tidak sabar Baru menunggu lima menit, Anda sudah mengomel dan memaki lawan jenis yang tengah mendekati Anda. Tentu saja si dia akan kabur begitu saja begitu tahu Anda adalah tipe orang yang tidak sabaran. Kompulsif Kebiasaan terakhir si jomblo yang membuatnya susah laku adalah kompulsif atau memaksa. Ringan tangan terhadap orang lain memang dianjurkan, tetapi jangan berlebihan melakukannya karena kebiasaan itu justru membuat si dia kabur. Itulah keempat kebiasaan yang bikin si jomblo susah laku. Apakah Anda selama ini juga kerap membiasakan diri bersikap seperti itu?

Saturday, December 15, 2012

Mencintaimu Cukup Bagiku ( puisi )

Biarkan aku menatap lirih

Setiap keping kenanganku yang telah retak

Biarkan aku tetap mendengar

Bisu kata dari semua yang pernah terucap

Izinkan aku kembali melangkah

Sebelum lembar masa lalu berhasil menjamah

Akanku hirup udara yang menyesakkan

Walau nyata, tak dapat ku genggam angin

Sempatkan aku untuk tertunduk

Menyentuh kembali sakit yang terindah

oleh Nurul A. Erviningrum

www.indobet77.com

Friday, December 14, 2012

Gugup Saat Ciuman, Saatnya Lakukan Jurus Ini

PERASAAN berdebar kala Anda bercumbu dengan pasangan untuk pertama kalinya ialah hal yang wajar. Namun demikian, jangan sampai Anda berakhir menjadi seorang pencium yang payah. Bercumbu mesra dengan pasangan tentu akan semakin nikmat bila dihiasi oleh suasana romantis. Akan tetapi, ritual bercumbu ini juga bisa menjadi sebuah hal yang mendebarkan. Terutama, jika Anda baru pertama kalui melakukannya dengan kekasih. Akan tetapi, jangan biarkan hal ini membuat Anda dicap sebagai seseorang yang payah saat berciuman. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya ikuti beberapa jurus berikut ini. Pahami situasi Anda mesti memahami apakah suasana akan mendukung, dan seperti apa kondisi sang pasangan. Mulailah dengan menciumnya secara lembut di tempat yang nyaman. Anda akan merasa lebih rileks dan jauh dari kata gugup. Berikan contoh Salah satu cara untuk menghindari kegugupan ialah dengan menuntunnya saat bercumbu. Dengan lembut, daratkan bibir Anda dengannya dan lihat bagaimana reaksinya. Komunikasi Dalam segala aspek hubungan, komunikasi merupakan esensi penting untuk mencapai kesuksesan. Pujian dan dorongan yang positif juga akan lebih berguna daripada mengkritisi cara mencium pasangan Anda. Demikian seperti dilansir eHarmony. www.indobet77.com

Sunday, November 25, 2012

Perhatikan 5 Hal Penting Ini Ketika Punya Kekasih Baru

Hubungan asmara yang baru memang terasa masih sangat menggebu-gebu dan bersemangat. Meski terasa masih hangat, tapi Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal di awal hubungan.

Justru di awal masa pacaran, hubungan masih rentan. Anda dan pasangan pun masih harus menyesuaikan diri satu sama lain serta mengenal pribadi masing-masing. Agar dapat mengatasi masa-masa awal pacaran tanpa kesulitan, ini tipsnya.

1. Jangan Bilang "i love you" Terus-menerus Saling mengatakan "i love you" memang membuat Anda dan pasangan berbunga-bunga. Namun, sebaiknya jangan mengatakannya terlalu sering dan sebaiknya ucapkan dengan jujur. Dalam masa proses penjajakan atau di awal pacaran, perasaan cinta mungkin belum terlalu tumbuh. Untuk itu, Anda tidak perlu terlalu berlebihan mengatakan kalimat cinta pada kekasih. Ketika wanita terlalu sering mengatakan "i love you", pria bisa berpikir wanita yang dipacarinya adalah tipe agresif atau terlalu bernafsu. Seseorang yang mungkin akan mengekangnya dan bersikap posesif.

2. Saling Menghormati Ruang Pribadi Masing-masing Tidak ada gunanya membuat hubungan Anda menjadi beban dengan saling mengekang satu sama lain. Lebih baik, masing-masing tetap memiliki ruang pribadi untuk melakukan berbagai aktivitas Anda sendiri seperti sebelum berhubungan. Berpikir santai dan percaya terhadap pasangan, tanpa kekhawatiran yang berlebihan akan lebih baik. Selain itu, juga akan membuat hubungan Anda menjadi lebih produktif dan harmonis bagi kedua belah pihak.

3. Tunda untuk Membicarakan Pernikahan Bukannya pria tidak ingin menikah dan berkeluarga. Tapi secara umum, pria melihat pernikahan sebagai sesuatu yang besar dan rencana jangka panjang. Mereka lebih suka membicarakan hal-hal di masa sekarang, daripada masa depan yang belum pasti. Jika masa pacaran Anda baru beberapa bulan, apalagi masih dalah masa pendekatan, sebaiknya hindari topik pembicaraan tentang pernikahan kalau Anda tidak mau dia 'lari' menjauh.

4. Jangan Mudah Cemburu Tetap tenang dan jangan marah jika dia melihat seorang wanita yang menarik. Terlalu posesif hanya akan memperburuk suatu hubungan, apalagi cemburu di awal hubungan justru membuat si dia merasa terus dicurigai oleh Anda. Kontrol temperamen dan pancarkan kepercayaan diri Anda. Ini adalah cara yang paling baik untuk tetap menjaga pasangan tanpa harus mengekangnya. Lebih baik jika Anda membuatnya berada di zona nyaman saat Anda bersama.

5. Tetap Bersosialisasi dengan Orang Lain Pria memang akan tersanjung jika ia menjadi orang yang terpenting bagi wanitanya. Tapi ketika dia melihat Anda tidak punya kehidupan selain dengannya, kekasih bisa menganggap Anda orang yang anti-sosial dan penyendiri. Dia pun akan takut waktu kumpul bersama teman-temannya akan berkurang karena harus selalu menemani Anda. Ingat, dunia bukan hanya soal Anda dan kekasih, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Cobalah beri sedikit ruang untuk Anda dan dia menikmati hidup masing-masing. Hubungan cinta akan lebih berwarna dan dinamis. www.indobet77.com

Agar Bisa Merelakan & Berdamai dengan Mantan Kekasih

Berdamai dengan mantan kekasih bukan berarti harus kembali padanya. Melainkan mencoba untuk menerima keadaan dan merelakan bahwa si dia kini bukan lagi kekasih Anda. Memang tidak mudah, apalagi jika putusnya jalinan asmara tidak begitu baik.

Akan tetapi mencoba berdamai dengan keadaan dan mantan kekasih menjadi cara ampuh agar Anda bisa menjalani hidup normal tanpa merasa dendam. Hal itu juga sebagai cara untuk Anda lebih mudah move on. Ini dia tips bagaimana agar bisa berdamai dengan si dia yang telah menyakiti Anda.

1. Putus untuk Kehidupan yang Lebih Baik Sadarlah, setiap berakhirnya hubungan asmara memberikan peluang baru untuk Anda mendapatkan pria yang lebih baik. Memang sulit menjalani hari tanpa orang yang sebelumnya selalu bersama-sama Anda, namun Anda harus berjuang dan tidak memanjakan perasaan. Jika memang hubungan yang dijalani sudah tidak sehat, penuh kebohongan, sering diselingkuhi, terlalu egois atau si dia bersikap kasar, yakinlah bahwa mengakhiri hubungan merupakan keputusan yang tepat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Tidak Perlu Mencari Tahu Tentangnya Cara terbaik untuk meredam segala perasaan adalah dengan tidak mencari tahu kehidupan si dia saat ini. Ketika dia terlihat baik-baik saja tanpa Anda, tentu Anda akan semakin merana dan kesal, begitu sebaliknya. Jika Anda tahu dia galau atau sedih, Anda malah akan merasa bersalah dan bukan tidak mungkin Anda mencoba lagi untuk menghubunginya. Untuk itu, menjauhinya sementara di dunia nyata ataupun dunia maya bisa menjadi solusi. Hal itu karena Anda perlu menetralkan emosi terlebih dahulu, hingga akhirinya siap untuk berdamai dan memaafkannya.

3. Jalani Kehidupan Anda Sendiri Setelah putus, Anda memang butuh waktu untuk bersedih. Namun ingat jangan terus terbuai dengan perasaan sedih dan merana. Jangan terlalu lama berduka, Anda harus memiliki target kapan Anda harus memulai kehidupan Anda kembali, seminggu, dua minggu atau tiga minggu setelah putus. Setelah itu bangkitlah dan coba move on dengan menyibukkan diri dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang Anda sukai.

4. Maafkan Diri Sendiri Sebelum berusaha memaafkan orang lain, maafkanlah diri sendiri. Membawa perasaan negatif membuat Anda terus memikirkan kejelekan mantan dan itu tidak akan mengubah keadaan, tapi justru membuat Anda semakin kecewa. Cobalah untuk menerima keadaan, jauhkan perasaan negatif dan mulai dengan memaafkan diri sendiri.

5. Mencoba Jadi Teman Ketika Anda telah mampu melewati masa-masa terpuruk dan seluruh perasaan negatif telah 'terurai', Anda bisa mencob kembali berteman dengannya. Anda mungkin belum bisa terlalu dekat, namun setidaknya Anda sudah mulai bisa bertegur sapa atau sekedar basa-basi. Jangan sekali-kali terpancing dengan kisah yang lalu. Untuk itu, anggaplah dia sebagai orang baru yang Anda kenal dan tidak memiliki masa lalu dengannya.

Friday, July 13, 2012

Kebiasaan Buruk Wanita yang Sudah Lama Berpacaran

Jakarta -indobet77.com -  Di awal pacaran wanita pasti 'jaim' alias jaga image depan kekasihnya. Mereka selalu tampil cantik, tidak pernah telat ketika janjian bertemu dan selalu mengatakan hal-hal manis. Namun seiring berjalannya hubungan, semua kebiasaan baik tersebut lenyap.

Mungkin karena sudah terlalu dekat dan mengenal satu sama lain, wanita menjadi 'terlalu apa adanya'. Namun hal itu bisa membuat hubungan jadi hambar. Lihatlah daftar kebiasaan buruk wanita ketika telah menjalin hubungan bertahun-tahun dengan pria.

1. Jarang Mengatakan 'I Love You'
I love you merupakan tiga kata sakti yang dapat merekatkan hubungan. Namun seiring berjalannya waktu, kata-kata tersebut sudah jarang diucapkan. Mungkin Anda berpikir pasangan sudah tahu perasaan Anda yang mencintainya, sehingga tidak perlu lagi diucapkan. Padahal mengatakan 'i love you' masih sangat penting. Itu merupakan pembuktian Anda masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.

2. Lupa Berterimakasih
Sekecil apapun bentuk pertolongannya kepada Anda, jangan lupa mengucapkan terima kasih. Semakin lama berpacaran, terkadang wanita sering menganggap bantuan yang si pria berikan merupakan kewajibannya sebagai kekasih, sehingga tidak perlu berterimakasih. Padahal ungkapan terima kasih Anda dapat menyenangkan hatinya karena menganggap dia telah berguna bagi Anda.

3. Kurang Menghargai
Biasanya kurang menghargai dalam hal-hal kecil, seperti ketika si dia menjemput di rumah, Anda belum siap karena masih merias diri atau sering kali datang telat saat memiliki janji dengannya. Padahal ketika awal pacaran dulu, setiap kali dia akan menjemput, Anda langsung buru-buru mempercantik diri karena tidak ingin si dia menunggu. Lalu mengapa kebiasaan baik itu hilang? Yuk, kita mulai lagi kebiasaan baik seperti di awal pacaran!

4. Tampil Terlalu Cuek
Menunjukkan sisi asli kita kepada kekasih memang baik, namun jangan juga terlalu cuek. Ketika si dia main ke rumah, Anda hanya pakai daster atau menggunakan baju tidur kesayangan yang telah bolong di bagian tertentu. Berbanding terbalik ketika di awal hubungan dulu, saat pacaran di rumah Anda tampil rapi. Bagaimanapun, tetap saja pria menyukai wanita yang rapi dan menjaga penampilannya. Tidak perlu juga menggunakan gaun pesta saat di rumah, cukup gunakan kaus dan celana santai yang kondisinya masih baik. Jangan lupa juga pakai sedikit parfum.

Cinta Sejati Atau Nafsu? Temukan Jawabannya di Sini!

Jakarta -indobet77.com -  Saat menjalin hubungan spesial dengan seorang pria, pernahkah Anda bertanya-tanya kepada diri sendiri apakah kisah asmara yang Anda jalani itu berdasarkan cinta atau hanya nafsu semata? Ternyata jawaban tersebut tergantung dengan bagian otak yang Anda gunakan.

Seperti dilansir oleh Female First, studi tersebut dirilis dalam Journal of Sexual Medicine dan menganalisis 20 penelitian yang berbeda serta berkaitan dengan efek dari seks dan cinta. Penelitian yang dilakukan itu juga termasuk scan otak orang yang melihat gambar erotis, gambar dari orang-orang yang dicintainya, makanan dan pemicu kesenangan lainnya.

Menurut peneliti, nafsu itu dipicu bagian otak yang mengontrol perasaan menyenangkan, yang berhubungan dengan seks dan makanan. Akan tetapi, cinta dipicu bagian dari otak yang berkaitan dengan kebiasaan.

Para peneliti mengatakan bahwa ada dua bagian otak yang bertanggung jawab untuk melacak bagaimana hasrat seksual berkembang menjadi cinta, yaitu insula dan striatum.

Jim Pfaus Profesor Psikologi di Concordia University, Montreal yang juga sebagai penulis utama studi itu mengatakan, "Kami menandai hal yang berbeda dalam mencintai, hasrat seksual serta kecanduan. Namun, semuanya diproses di tempat yang sama."

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak memperlakukan cinta sebagai kebiasaan yang telah terbentuk selama periode waktu yang panjang. Jadi, yang tadinya nafsu mungkin akan berubah menjadi cinta dan ditransfer menjadi bagian kebiasaan di otak. Pola yang sama terjadi ketika orang menjadi kecanduan terhadap obat. Sehingga, ungkapan kecanduan cinta ternyata benar-benar ada.

"Kebiasaan biasanya sesuatu yang buruk, tapi hal yang paling penting adalah otak yang menetapkannya. Perubahan dari gairah menjadi cinta adalah sebuah mekanisme bonding dalam sebuah hubungan," jelas Pfaus.

Pfaus pun percaya bahwa penelitian ini akan berfungsi sebagai landasan bagi penelitian lain. "Studi ini mengungkap evolusi yang bisa membantu memahami kecanduan, cinta dan sosial."

Sunday, June 17, 2012

Pasangan Malas Foreplay? Rayu Si Dia dengan Cara Ini

indobet77.com - Dalam urusan bercinta, pria umumnya malas melakukan foreplay dan ingin langsung menuju ke 'hidangan utama'. Sementara wanita, perlu waktu lebih lama dari pria untuk bisa menikmati aktivitas bercinta dengan maksimal.

Bahkan banyak wanita lebih memilih mendapat foreplay yang menyenangkan daripada saat penetrasi maupun orgasme. Karena untuk sebagian wanita, berciuman, berpelukan dan merasa diperhatikan serta disayang pasangan lebih bermakna dalam ketimbang seks itu sendiri. Bagaimana membuat pria agar mau melakukan foreplay dan tidak merasa bosan? Intip triknya, seperti dilansir oleh Askmen.

1. Ajak Nonton Film
Tidak harus film dewasa atau film porno. Cukup film-film seksi seperti 'Dirty Dancing', 'Body Heat' atau 'Basic Instinct'. Film romantis yang dibumbui adegan bercinta tentu saja bisa membuat gairah seks meningkat dengan cepat. Tak seperti film porno yang menampilkan bagian tubuh vital pria maupun wanita secara vulgar, film bertema seksi sifatnya seduktif. Anda mendapatkan stimulasi visual yang membuat penasaran dan tergoda untuk mencobanya.

2. Membaca Novel dengan Sentuhan Erotis
Hampir setiap wanita suka membaca novel dengan unsur erotis. Kombinasi cerita 'nakal' dengan suara berat pria tentu saja, dengan mudah meningkatkan mood bercinta wanita. Cobalah untuk membeli beberapa novel erotis, minta pasangan membacakannya untuk Anda atau sebaliknya. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa bebas mengimajinasikan susana bercinta seperti yang ditulis dalam buku dengan cara Anda berdua.

3. Berikan Pasangan Pijatan Mesra
Pijatan mesra terkenal sebagai cara foreplay yang paling menyenangkan. Dengan pijatan, Anda bisa mendapatkan dua kenikmatan sekaligus. Selain bisa lebih relaks, permainan jari jemari pasangan tentu bisa membuat Anda juga pasangan lebih bergairah. Lakukan pijatan mesra dengan menstimulasi titik erotisnya seperti di tengkuk leher, telinga, dada, punggung dan pinggul.

4. Saling Menyuapi
Banyak film yang melakukan adegan saling meyuapi pasangan makanan sebelum bercinta. Tidak ada salahnya ikut mencoba. Cobalah membalut jari Anda dengan madu dan biarkan si dia mengulumnya. Selain madu, bisa juga menggunakan stroberi, whipped cream, lelehan cokelat atau pudding.

1 Dari 3 Wanita Hanya Butuh 1 Bulan untuk Move On

indobet77.com - Hubungan yang telah kandas dengan orang yang sangat disayangi memang merupakan tragedi yang menyedihkan. Terlebih lagi jika perpisahan tersebut dikarenakan masalah besar yang dilakukan oleh mantan. Tak heran jika banyak orang terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bangkit dari keterpurukkannya.

Namun, roda kehidupan tetap terus berputar. Mau tidak mau, Anda harus bisa move on dan melanjutkan hidup baru dengan penuh semangat. Cobalah melihat sisi positif dari kegagalan hubungan bersama mantan kekasih. Siapa tahu, Anda dapat memperbaiki diri agar lebih baik ke depannya.

Apakah Anda salah satunya yang sudah berhasil untuk move on? Lantas, berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk Anda bangkit?

Berdasarkan survei yang dilakukan Wolipop secara online melalui situs jejaring sosial Twitter, Kamis (14/6/2012), dari 103 responden yang terlibat, terdapat satu dari tiga wanita yang baru putus cinta menjawab butuh waktu kurang lebih dari satu bulan untuk move on.

"Paling cepat 1 minggu, paling lamanya 2 minggu," tulis Fitra (bukan nama sebenarnya) kepada akun Twitter Wolipop. Sinta (bukan nama sebenarnya) pun mengatakan kurang dari satu bulan untuk move on, "ngga sampe 1 bulan."

Ada juga sekitar 15,3% responden yang sampai menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengatasi kesedihan mereka. "Lama banget, sekitar dua tahun.. hahaha," tulis Dina (bukan nama sebenarnya) yang antusias menceritakan masa lalunya.

Sementara 15,3% responden lainnya mengatakan bahwa mereka bisa move on dengan waktu sekitar satu hingga enam bulan. Kemudian 18% wanita lainnya, mengaku bisa bangkit dari keterpurukkan dalam waktu enam bulan hingga satu tahun.

Sedangkan 18% sisanya mengatakan bisa atasi kesedihannya jika sudah ada pengganti baru. "Nggak tentu, tapi intinya sampe ada orang baru yang bisa gantiin," tutur Monik (bukan nama sebenarnya).

Supaya Cepat Move On Pasca Jalinan Cinta Kandas

indobet77.com - Sedang patah hati? Jangan terus berlarut-larut menangisi mantan. Mungkin ini jalan yang terbaik bagi Anda dan dia.
Namun, yang namanya kehilangan pasangan pasti sedih. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda tidak terus berlarut-larut dalam kesedihan dan move on. Berikut ini saran dari Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, seorang psikolog klinis:

1. Terima Keadaan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah terima kalau hubungan sudah berakhir. Anggap bahwa putus bisa membuat Anda dan kekasih lebih baik ke depannya. Mungkin tidak ada kecocokan lagi di antara kalian.

2. Evaluasi Penyebab Putus
Evaluasi kembali penyebab putus. "Kalau misalnya ada ketidakcocokan yang tidak mendasar, seperti perbedaan selera film, itu pertanda berarti yang satu nggak serius, tapi kalau perbedaannya mendasar, ya, memang harus putus karena setiap orang tidak bisa berubah," tutur Rosdiana, yang diwawancarai oleh wolipop, Kamis (14/06/2012). Ingat, lebih baik berpisah sekarang daripada nanti menyesal setelah menikah.

3. Introspeksi Diri
Introspeksi diri untuk menetralkan kembali perasaan Anda. Mungkin sikap Anda selama menjalin hubungan membuat kekasih tidak nyaman atau merasa tertekan. Jangan menyalahkan keadaan atau orang lain. Coba dimulai dengan mengoreksi diri sendiri agar lebih bijak dalam mengambil langkah selanjutnya.

4. Sharing dengan Teman
Setelah introspeksi, Anda bisa meluapkan perasaan kepada teman terdekat. Sharing dengan teman juga bisa mencegah Anda agar tidak melakukan balas dendam karena diselingkuhi atau tindakan lain yang merugikan. "Sharing sama teman-teman bisa meredakan niat balas dendam. Untuk apa marah-marah atau sampai meneror mantan, nanti dia malah bersyukur pisah sama Anda,” ujar psikolog lulusan Master Psikologi Universitas Indonesia di bidang klinis dan Master of Health Profession Education dari Universitas New South Wales, Australia itu.

5. Berolahraga
"Olahraga adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk memghilangkan rasa marah karena patah hati," ujar Rosdiana. Anda bisa alihkan perasaan sakit hati dengan berolahraga secara rutin. Selain menyembuhkan patah hati, olahraga akan membuat tubuh menjadi sehat.

6. Melakukan Kegiatan Lain
Jika kelima cara di atas belum ampuh, lakukan kegiatan lain yang dapat membuat Anda lebih sibuk. Misalnya, sering berkumpul bersama teman, bekerja lebih giat, melakukan hobi, atau ikut kursus yang membuat perasaan Anda teralihkan.

Setelah Putus Cinta Boleh Langsung Punya Pacar, Asal...

indobet77.com - Tidak sedikit wanita yang memilih langsung move on dan memiliki kekasih baru saat baru putus cinta. Sebenarnya bolehkah rebound atau cepat punya pacar lagi setelah patah hati ini dilakukan?

Psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan, sebenarnya sah-sah saja bagi siapapun yang baru putus cinta cepat memiliki kekasih lagi. "Kalau sudah putus ya sudah putus, cari lagi. Kayak nggak ada cowok lain saja," begitu kata wanita yang akrab disapa Diana itu saat diwawancara wolipop melalui telepon Kamis (14/6/2012).

Hanya saja saat Anda memutuskan untuk cepat move on, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda harus ingat kalau setiap orang itu berbeda. Sehingga ketika sudah pacaran dengan pria baru, jangan melihatnya sebagai sosok yang sama dengan mantan dulu.

"Jangan terlalu membandingkan kalau pasangan yang dulu lebih baik," ujar Diana. Ketika Anda masih suka membanding-bandingkan, Anda tidak akan bisa melihat kekasih sebagai dirinya sendiri.

Hal kedua yang perlu Anda lakukan ketika ingin langsung punya pacar lagi setelah baru putus adalah, dengan banyak mengobrol atau sharing. "Bisa juga minta saran dari teman-teman, sharing," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Dengan mengobrol bersama teman, Anda mendapatkan perspektif yang berbeda dan mengevaluasi lagi apakah memang pilihan yang diambil tepat atau tidak. Teman juga bisa mengingatkan ketika misalnya ternyata Anda sebenarnya masih sangat mencintai mantan namun ternyata berusaha menutupinya dengan memacari pria baru.

Salah satu tanda Anda sebenarnya hanya mencari pelarian saat baru putus cinta adalah ketika Anda terlalu sering membicarakan mantan kekasih. Selama Anda masih suka mengungkit-ungkit soal mantan entah itu keburukannya atau kebaikannya, berarti Anda belum bisa move on.

5 Cara untuk Mengambil Hati Mertua

Mertua terkadang jadi momok yang dianggap mengerikan oleh beberapa pasangan setelah menikah. Padahal tidak semua mertua suka bersikap menyebalkan. Selama Anda bisa mengambil hatinya, perlakuannya pada menantunya pun akan baik-baik saja.

Bagaimana caranya bisa mengambil hati mertua? Berikut ini tujuh cara yang bisa Anda coba agar bisa memiliki hubungan baik dengan 'ibu dan ayah' baru Anda itu, seperti dipaparkan GetWed:

1. Temukan Ketertarikan yang Sama
Anda bisa berteman dengan seseorang ketika menemukan ketertarikan yang sama. Jadi cobalah cari apa hal yang bisa Anda lakukan dan nikmati bersama dengan mertua. Misalnya saja, shopping, olahraga atau masak. Ketika melakukan aktivitas bersama ini, gali lagi darinya dengan mengajaknya mengobrol lebih dalam. Siapa tahu ternyata ada lagi keterterikan lainnya yang juga sama-sama dimiliki kalian.

2. Selalu Beri Suami Perhatian
Yang mertua pertamakali lihat dari Anda setelah menikah adalah bagaimana kemampuan Anda sebagai istri untuk mengurus suami. Jika suami Anda adalah anak tunggal, bisa jadi mertua akan sangat memerhatikan kemampuan Anda ini. Apakah Anda sudah benar-benar memerhatikan anaknya, mengurus semua kebutuhannya? Tak ada salahnya, membuat mertua tahu bagaimana Anda mengurus suami dengan baik. Misalnya dengan membuatkan makanan favorit suami ketika mertua datang untuk makan siang atau malam bersama.

3. Janjikan Kehadiran Cucu
Kalau Anda dan suami belum berencana untuk memiliki anak langsung setelah menikah, setidaknya berikan mertua petunjuk kalau di masa depan mereka akan mendapatkan cucunya. Jelaskan alasan Anda kenapa menunda kehadiran anak, dengan alasan yang memang sebenarnya untuk kebaikan masa depan cucunya, misalnya ingin mempersiapkan investasi pendidikan terlebih dulu. Janji kehadiran cucu ini penting karena dalam usia tertentu, ada tahapan di mana yang diinginkan adalah menjadi kakek dan nenek.

4. Habiskan Waktu Bersama
Kalau sejak dari pertemuan pertama Anda tidak pernah bisa akrab dengan mertua, cobalah berusaha untuk sesekali menghabiskan waktu bersamanya. Bisa jadi Anda akan merasa ternyata kesan pertama Anda saat bertemu dengannya dulu tidak tepat, sehingga Anda jadi enggan untuk berlama-lama bersama mertua. Saat mengobrol, cobalah untuk melihatnya bukan sebagai 'orangtua dari pasangan', tapi lihat mertua sebagai seorang individu biasa.

5. Bersikaplah yang Baik
Ketika ingin mengambil hati mertua, Anda tentunya harus melakukan usaha lebih yang belum tentu sejalan dengan mood. Misalnya saja, ketika Anda sedang PMS, tiba-tiba mertua datang untuk menengok cucu, jangan pasang muka masam. Tak perlu juga bersikap berlebihan, bahasa tubuh seperti tersenyum atau memberinya perhatian kecil seperti menawarinya minum juga sudah diterima mertua.

Tuesday, June 5, 2012

CERPEN: Yang Luruh dan Yang Runtuh (Karya BluepiscesLady)

Hujan di luar kian deras. Tetes airnya menembus atap jerami yang melingkupi pondok itu. Rasyid berusaha mengamankan beberapa lukisan dari jangkauan air yang menyelusup. Musnah sudah rencananya untuk ke puncak sana, mengabadikan indahnya rimba yang terlihat dari atas. Pemuda itu mengambil kecapi dari bawah dipan lalu memainkannya.


Terdengar irama ritmis khas Jawa Barat ditingkah rinai hujan yang mulai reda. Rasyid terhanyut sendiri. Saat itu matanya menohok sebuah lukisan di sudut ruang. Seraut wajah perempuan tiba-tiba membuat permainan kecapinya jadi kacau. Kemudian mulut Rasyid bergumam tak jelas. Dan suara kecapi tak terdengar lagi.

“Kok, berhenti, ras?” Sebuah suara mengejutkan dari balik pondok. Disusul kemunculan seorang lelaki dengan tubuh basah kuyup.
“Sori tidak permisi. Soalnya aku terburu hanyut dengan permainan suara kecapimu,” sambungnya.
“Sendiri saja?” Rasyid bertanya.
“Ya. Kan kau sendiri yang mau. Katamu, kalau ke sini lebih baik tidak usah beramai-ramai. Jadi bergilir. Bagaimana lukisanmu? Sudah selesai?”
“Belum. Mau aku selesaikan tapi sedang tidak mood. Tuh, nelum selesai juga kan,” Ras menunjuk sebuah lukisan yang belum jadi tersandar di dinding. Tangannya menyulut rokok kretek murahan. Dihisap beberapa kali sambil merenung, lalu terbatuk-batuk.
“Merokok jangan kayak kereta begitu, dong. Kamu tidak muda lagi. Eh, ngomong-ngomong apa kabarnya Raisa? Masih sering dia kemari?” Ari memancing.

Rasyid tak menjawab. Sedikit ia mengerling pada lukisan di sudut ruang, lalu kembali tak acuh. Rasanya sulit menggantikan sosok pada lukisan itu dengan perempuan lain. Kendati Raisa adalah perempuan cukup manis, baik dan penuh perhatian. Ia juga berjiwa seni seperti dirinya. Tak seperti perempuan di atas kanvas itu. Hati rasyid seperti tertusuk tiap kali ingat kejadian itu.

“Apa kurangnya Raisa, Ras?” Ari menyelidik.
Lagi-lagi Rasyid hanya menghembuskan asap rokok kreteknya.
“Dia suka sama kamu, Ras. Cantik, sama-sama suka seni dan tidak kolot seperti kebanyakan perempuan.”
“Urus saja dirimu sendiri, Ri.” Rasyid kehabisan kesabaran mendengar celoteh Ari.
“Ooo, jadi kau masih mengharapkan Anika? Sudahlah, dia sedang asyik dengan tunangannya. Buat apa kau tunggu lagi. Memikirkan satu perempuan saja bisa membuat dirimu mati bujang!” Seloroh Ari.

Rasyid tetap tak bergeming. Ia hanya melirik kesal ke arah sahabatnya. Disisrnya rambut panjangnya dengan jemari tangan.
Entah sudah berapa tahun ia tinggal di sini. Sebuah pondok mungil di atas bukit. Jauh dari keramaian kota. Jauh dari rumah mewah milik orang tuanya. Barangkali lima, enam tahun, entahlah. Seniman gunung, begitu ras dijuluki oleh teman-temannya dan penduduk sekitar. Ia hidup dari penjualan lukisan atau besukan teman-teman. Keluarga ras sendiri tak pernah lagi terdengar kabarnya. Memang pria setengah baya itu tak pernah mau tau lagi.

Semua diawali sekitar tujuh tahun silam saat ia tinggalkan rumah. Hanya membawa peralatan lukis serta beberapa helai baju. Sempat menumpang sana-sini, akhirnya terdampar di sebuah pondok yang dibangun bersama teman-teman ini. Sebuah pondok sederhana di kaki Gunung Salak. Sepi, terpencil. Menjadi tempat pertapaan Rasyid dan beberapa teman seniman. Rasyid menjadi penghuni tetap dan sama sekali tak pernah menjejakkan kaki ke kota.
Ras terhenyak dari lamunan ketika terdengar petikan gitar Ari.

“Minggu depan Adit anakku ulang tahun,” ucap Ari mengingatkan. “Boleh kubawa ke sini kan? Aku ingin dia tumbuh sebagai manusia yang mencintai alam.”
“Boleh saja. Aku suka anak itu,” jawab Ras.
“Ngomong-ngomong soal anak, kapan kau punya anak sendiri,Ras?” Pancing Ari.
“Lagi-lagi kau pancing masalah itu, Ri. Aku bilang, urus saja dirimu dan keluargamu sendiri. Jangan singgung soal perempuan dan pernikahan di hadapanku!” Ras menggerutu membuang puntung rokoknya.

Ari hanya mengangkat bahu. Untuk masalah yang satu itu karibnya memang sensitif sekali. Teman lain juga suka menggoda Ras, baik serius maupun bercanda. Maksudnya tak lain agar satu-satunya teman mereka yang belum menikah itu segera mengakhiri masa membujangnya seperti mereka. Nampaknya itu cukup sulit. Sebab Ras masih terpaku pada Anika, gadis masa lalunya yang sudah bertunangan dengan lelaki lain. Berbagai cara mereka lakukan agar Ras melupakan Anika. Tapi Ras tetap berkeras. Lukisan potret perempuan itu di sudut pondok menjadi bukti bahwa Ras tak pernah bisa menghapus ingatannya pada Anika.

Sampai suatu ketika Ari dan Beni berkenalan dengan Raisa. Perempuan berambut panjang itu baru saja lulus dari sebuah institut seni di Jakarta. Ia tengah berusaha mendapatkan patner menggelar pameran bersama ketika bertemu dengan mereka. Kelamaan Raisa jadi akrab dan diajaknya ke pondokan Rasyid. Di situlah ide untuk menjodohkan kedua insan berlain jenis itu mulai.

Seperti tak sia-sia, Raisa mulai menunjukkan perhatian pada Ras. Namun sayang Ras tak sedikitpun bergeming. Ia justru gusar saat tahu teman-temannya dengan sengaja menjadi mak comblang antara ia dan Raisa.

“Tak ada apa-apa antara aku dan Raisa. Silahkan kalian kecewa kalau berharap aku akan jatuh cinta padanya,” kata Ras suatu hari.
Itulah Rasyid, si gondrong yang keras kepala. Kesetiaannya pada cinta membuat dirinya terpenjara. Satu-satu teman karibnya mulai berkeluarga. Ras masih menyendiri di pondoknya yang kian lapuk seperti dirinya. Teman-teman Ras khawatir ia berangsur jadi tak waras. Maka perempuan demi perempuan diperkenalkan pada Ras. Tak satupun digubris. Di dihup Ras hanya ada satu perempuan. Ya Anika itulah.

Hari mulai gelap ketika Ras kembali ke pondok. Dua orang lelaki sudh menunggu. Ari dan Budi.
“Sudah lama?” Tanya Ras.
“Lumayan. Kau dari atas?” Budi balik bertanya.
Ras mengangguk sembari memamerkan lukisannya yang masih basah. Sebuah pemandangan hutan pinus yang diambil dari atas gunung. Indah.
“Hebat, ras,” komentar Budi.
Ras masuk ke pondok. Saat itu ia mendengar kasak kusuk kedua temannya. Tapi mereka langsung terdiam waktu Ras keluar.
“Ada apa sebenarnya?” Ia bertanya curiga.
Ari dan Budi saling berpandangan.
“Begini, kami membawa amanat seorang teman,” Ari mendekati, memegang pundak Ras. Tangan lainnya menggamit sesuatu.
“Aku berat menyampaikan padamu. Tapi bagaimana lagi, ini amanat.”
Ras kian tak mengerti. Tanda tanya besar tergambar di wajahnya.
“Kau tenang saja. Jangan terbawa perasaan begitu.” Ari menyodorkan sebuah amplop.
“Bacalah dengan tenang.”

Ras menyambut amplop merah muda itu dan membukanya. Sebuah surat undangan pernikahan dari gadis masa lalunya, Anika. Pernikahan Anika dengan lelaki lain entah siapa. Wajah Ras berubah drastis. Undangan itu dijatuhkan tanpa sengaja. Lelaki setengah baya berambut panjang sepinggang itu mematung sejenak.

“Ini kenyataan,ras. Kau harus terima dengan jiwa besar seorang laki-laki,” Ari menepuk pundaknya.

Ras bergegas masuk pondok. Lukisan di sudut ruangan diambilnya. Ditatap lama. Lalu dibanting. Kemudian terdengar suara gaduh luar biasa. Semua benda dalam ponsok itu dihancurkan oleh Ras. Ari dan Budi mencoba mencegah tapi sia-sia. Ras mengamuk seperti banteng liar. Ketika amarahnya reda, pondok itu sudah berantakan. Tak satupun lukisan yang utuh.

“Ras! Kau tak bisa begini! Kau hancurkan karyamu bertahun-tahun hanya karena masalah sepele ini. Apa cuma sampai di sini ketegaranmu?” Ari berusaha menyadarkan.
“Pergi kau dari sini!” Seniman itu membentak.
“Ooo, cuma sampai di sini kemampuanmu, Ras?”
“Enyah!!!”
“Kau laki-laki pengecut, ras. Tidak bisa menerima kenyataan.”

Ari dan Budi berlalu. Meninggalkan Ras dalam keadaan kacau balau. Bagi mereka percuma saja mencoba menenangkan pemuda keras kepala itu di saat seperti ini. Tak lama sepeninggal mereka, Ras meninggalkan pondok. Turun ke desa terdekat. Ia menuju sebuah warung yang biasa menjual minuman keras. Sejak hari itu Ras menjadi pelanggan setia warung itu.

Tenam-teman Ras yang berkunjung tak pernah lagi melihat Ras melukis. Yang terdengar hanya nada-nada sumbang gitar yang dimainkan si gondrong itu. Beberapa botol minuman keras mulai memenuhi pondok. Ini memprihatinkan teman lain. Terlebih Ras sering didapati sedang mabuk, tak sadarkan diri. Pondok jadi berantakan tak terurus. Persis diri Ras yang kian terlihat tua dan rapuh.

“Aku menyesal menyampaikan undangan itu,” ujar Ari.
“Tidak, Ri. Itu jalan yang terbaik. Bagaimanapun juga Ras harus berhenti dari harapan konyolnya. Ia harus hadapi kenyataan,” kata teman lain.
“Tak kuduka akan begini akibatnya,” sesal Budi.
“Biarkan saja. Kita harap ras segera pulih dari keadaan ini,” sergah Rani.
Namun ternyata Ras tak juga bertambah baik. Justru semakin parah saja. Keadaannya kian memburuk dari hari ke hari. Ia juga menjadi dingin terhadap wanita. Raisa yang setia datang memasakkan makanan dan mencuci pakaiannya tak pernah diacuhkan. Ini membuat teman-teman Ras lebih sering datang berkunjung menjagai sobat karibnya itu.
“Ras tak pernah menggubrismu sedikitpun, Raisa. Lalu kenapa kau masih setia menemaninya?”
“Kalau ras bisa begitu setia pada gasi pujaannya, kenapa aku tidak?” Raisa menjawab polos.
“Jadi kau benar-benat mencintainya?” Tanya Budi.
“Ya.”
“Walaupun ia tak mempedulikanmu?”
Raisa mengangguk.
“Kau dan Rasyid membuatku bingung. Ras tak bisa melupakan Anika. Kau juga tak bisa berhenti mencintai Ras. Ini seperti lingkaran setan saja. Kalian sungguh membuatku bingung,” gerutu Bani.
Memang mulanya mereka mengira dengan kesetiaan Raisa merawat ras akan membuat Ras melupakan Anika. Tapi itu sia-sia.
“Sudahlah, Raisa. Tinggalkan saja si gondrong tak tahu diri itu. Kami tak ingin kau jadi korban cinta yang kedua. Ia memang batu. Percuma kau sayangi orang macam itu,” bujuk Ari dan yang lain.
Yang terjadi justru sebaliknya. Raisa kian setia merawat Rasyid. Pernah sekali waktu ras mengamuk dan mengusirnya. Raisa tetap kembali menemani pelukis yang tak pernah lagi melukis itu.

Suatu petang Ras begitu berkeras tak mau makan sesuapun nasi. Ia hanya mau minum vodka dan vodka.
“Oke, kaudapatkan vodka setelah makan.” Raisa berkata tegas.
“Aku tidak lapar, cuma haus. Kembalikan botol itu!”
Raisa tetap menyembunyikan botol vodka Ras.
“kau kira bisa menghalangiku? Sejak dulu aku bebas tanpa campur tangan siapapun. Tiba-tiba kau hadir dan melarang ini-itu. Siapa sih kau ini?!”
Ras menghilang, turun meninggalkan Raisa di pondok. Tak lama ia kembali dengan vodka di tangan. Raisa mencoba merebutnya tapi tak bisa.
“Sekali lagi kaudekati aku, kuhancurkan kepalamu dengan ini,” Ras mengancam sambil mengacungkan botol kosong.

Raisa tak kehilangan akal. Saat ras lengah direbutnya botol vodka itu dan dilempar jauh-jauh. Tak ada perlawanan daei Ras. Ia hanya tepekur dengan mata tertutup. Raisa baru sadar bahwa lelaki itu pingsan. Ia jadi panik. Dibaringkan tubuhnya di dipian. Ras sempat bangun memuntahkan cairan merah kental. Darah. Lalu ia tak sadar lagi. Raisa tambah panik. Ia berlari menuruni bukit. Menuju desa di bawah dan menyetop kendaraan umum. Sampai di kota segera ditelponnya teman-teman lain.

Menjelang malam, Ari, Budi, Dian dan bani tiba di pondok. Ras dalam keadaan tak sadar. Mengigau tak keruan.
“Kita bawa ke rumah sakit,” kata Bani.
Malam itu juga tubuh kurus Ras diboyong ke rumah sakit di kota. Masuk ke ruang gawat darurat. Keadaannya koma. Terlambat sekian detik saja mungkin tak tertolong lagi, begitu kata dokter.
“Kali ini dia cari penyakit!” Budi menggerutu kesal.

Tiga hari sudah ras menghuni rumah sakit. Keadaannya tak kunjung pulih walau tak lagi koma. Ia masih mengingau. Bernyanyi tak keruan mengganggu pasien lain. Susah disuruh minum obat. Kadang juga berjalan di tengah malam sambil membawa botol infus. Teman-teman bergilir menjaga. Raisa yang paling setia. Keluarga Ras di jakarta sudah dihubungi. Cuma adiknya yang datang.

“Ayah masih di Singapur. Ibu sedang sibuk seminar. Kalau semua sudah beres, Bang Rasyid akan dijembput,” jelas adik Ras.
“Kapan beresnya? Sejak dulu juga urusan mereka tak pernah beres hingga anaknya jadi begini rupa,” sindir Bani.
Ari menyikut lengan Bani.
“Tak apa. Kami teman-temannya sudah seperti saudara bagi ras. Kalau kau sibuk, biarlah ras kami yang rawat,” kata Ari menenangkan adik ras.
“Bukan apa-apa, saya mau ujian semester. Jadi tak bisa menjaga Bang Rasyid. Ibu menitipkan ini,” adik ras menyodorkan amplop berisi uang untuk biaya pengobatan. Tak lama ia pergi tanpa sekalipun menengok abangnya yang terkapar.
“Aku betul-betul paham sekarang kenapa Ras lebih memilih tinggal di gubuk daripada bersama keluarganya,” komentar Budi.

Selama di rumah sakit, hubungan rasyid dan Raisa kian dekat. Ras sudah mau iklas membiarkan dirinya dirawat perempuan itu. Ia tak lagi kasar seperti waktu di pondok. Tapi nama yang sering disebut dalam igauannya adalah Anika.

“Bukan aku tak tahu budi, Raisa. Kau begitu setia padaku. Demikian juga hatiku pada Anika. Cintaku sudah habis kuserahkan padanya dan tak bisa membaginya untukmu,” begitu kata Ras suatu ketika pada Raisa.
“Aku mengerti, Ras. Kau tak bisa berhenti mencintai Anika seperti halnya aku tak bisa berhenti mencintaimu,” jawab Raisa tabah.

Seminggu kemudian keluarga Ras datang menjembput. Ras akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta. Orang tua Rasyid nampak begitu merindukan anaknya. Sikap Ras sendiri acuh tak acuh. Ia seolah keberatan dipisahkan dari teman-temannya.

“Biar aku di sini saja,” Ia berkeras.
“Kau ikut kami ke Jakarta, titik. Sudah berapa lama kau tak pulang? Di sana kami akan lebih memperhatikanmu,” kata ibu Ras.
“Simpan saja janji itu, Bu. Aku tak mau pulang!” Ras tetap bersikeras.
“Rasyid, cukup sudah ulahmu yang bikin pusing keluarga! Kali ini kau harus menurut!” Ayah Rasyid mengultimatum.
Rasyid hanya mampu melawan dengan ucapan. Tubuhnya terlalu lemah untuk melawan. Sore itu juga ia diboyong k Jakarta.
“Aku takkan pernah bisa melupakan kalian, saudaraku yang sesungguhnya,” Rasyid memeluk satu-satu temannya.
“Kami juga, Ras. Jangan kawatir, kami akan mengunjungimu,” sambut Budi.
Raisa hanya menangis, tak berucap sepatah katapun. Entah kenapa dalam hatinya merasa seperti tidak akan melihat Rasyid lagi. Tapi rasa itu hanya dipendamnya.

Seminggu, dua minggu. Sebulan sudah sejak kepergian Rasyid ke Jakarta. Pondok jadi tak terurus. Memang masih satu dua orang yang menyempatkan diri untuk mengurus. Kesibukan kerja membuat pondok terlupakan. Apalagi Ras tak lagi di situ. Hanya Raisa yang datang setia untuk melukis.
Pagi itu Ari hendak berangkat kerja ketika tiba-tiba ada yang bertamu. Ternyata adik rasyid.

“Hei, kau datang langsung dari jakarta?” Ari terkejut melihatnya di muka pintu.
“Iya, Kak. Saya ingin mengabarkan sesuatu tentang Bang Rasyid.
“Wah, apa kabarnya dia? Sudah sehat? Apa jangan-jangan sedang bersembunyi di belakangmu ,” Ari mencari-cari Ras di teras rumahnya
Wajah adik Ras berubah.
“Ada apa?” Ari terkejut.
“bang rasyid mnitipkan ini,” ua menyodorkan kertas yang terlipat. Ari menerimanya cepat dan membaca.
“Dalam sejarah hidupku, hanya kalianlah saudara dan keluargaku yang sebenarnya. Walau tanpa ikatan darah atau pengangkatan resmi. Akan kukatakan itu pada Tuhan kalau bertemu nanti. Rasyid.”

Sebuah tulisan khas Rasyid yang berantakan tapi masih terbaca tertera di atas sebuah kertas buram. Ari hanya terpaku.
“Ada apa dengan Rasyid?”
“Bang Ras dipanggil Tuhan kemarin sore. Langsung dikuburkan tadi malam. Maaf, saya baru bisa mengabari sekarang,” pelan adik Ras bertutur.

Ari seperti tak mendengar apapun. Telinganya berdenging keas. Terdengar denting tali kecapi yang dimainkan Rasyid. Terngiang suara Ras mengigau tak keruan.

Pinggiran Jakarta, desember 1994
Buat almarhum Richard.

Antara Uang dan Cinta

Cinta dibutuhkan setiap manusia. Namun, apakah cinta bisa tumbuh dengan uang? Mungkin bisa, tapi kemungkinannya sangat kecil. Uang memang bisa memberikan keindahan akan cinta yang dimiliki. Tapi, apakah cinta bisa dibeli dengan uang?

Dalam seminarnya, Tung Desem Waringin pernah mengatakan, “Bila Anda tahu tempatnya, Anda bisa membeli ‘cinta’ tersebut” (Mungkin yang dimaksud adalah cinta palsu).

Tetapi bukankah sekarang adalah zaman serbapalsu? Kalau asli, maka Anda tak akan pernah membeli barang palsu, bukan? Buktinya, Mangga Dua makin ramai dan tak pernah sepi, berarti yang palsu pun laris manis juga.

Uang atau Cinta
Jika saat ini Anda memiliki uang dalam jumlah yang berlimpah, amat disarankan untuk tidak terlalu mengumbarnya dan lebih berhati-hati. Mengapa? Karena Anda bisa jadi merupakan target utama bagi para penjaja dan penjajah cinta palsu. Pasalnya, saat ini banyak sekali yang menjual cinta palsu dengan berbekal “kemasan yang menawan” seperti wajah tampan dan perayu ulung.

Agar tak terperangkap pada cinta palsu, sebaiknya Anda mengupas kulit luarnya dulu. Caranya, jangan tunjukkan bahwa Anda memiliki uang yang berkelebihan. Misalnya, jangan sampai Anda yang selalu mengeluarkan uang untuk kencan. Hindari pula keinginan untuk membanjiri si dia dengan hadiah-hadiah mahal di awal hubungan. Kalau perlu, “kupaslah” hubungan Anda dan dia selama 3 tahun pertama hubungan dengan hidup sederhana dan dana yang dibatasi. Jika dalam rentang waktu tersebut si dia masih mau bersama Anda, perhatiannya tak berubah, dan sikapnya pun tetap sama, malah ia yang rajin mengeluarkan dompetnya, maka, selamat, Anda telah menemukan “keaslian” cintanya.

Nah, untuk Anda yang berniat menggaet pasangan yang mapan dan hartawan, jangan tertipu oleh penampilan luarnya. Karena saat ini banyak sekali “hartawan palsu”, yang berlagak sok kaya di depan Anda. Sekarang ini, si dia bisa saja mengeluarkan uang dan hidup senang-senang. Tapi ketika hubungan makin serius, jangan-jangan Anda yang akan kena giliran membiayai semuanya.

Maka, sebelum memutuskan untuk mengikat si dia, jika memungkinkan, periksalah neraca dan laporan keuangan orang tersebut. Paling tidak untuk 3 tahun terakhir. Bila Anda tidak mampu membaca neraca dan laporan keuangan, mintalah seorang akuntan publik atau paling tidak perencana keuangan untuk membantu Anda.

Keterbukaan soal uang juga akan mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Apalagi bila Anda telah berhubungan serius dan berniat menikah. Buka-bukaan soal uang sangat disarankan.

Mengusir Bayang-bayang Sang Mantan

Artikel ini sekaligus menjawab beberara curhatan yang mengajukan kasus serupa: sudah menikah atau sudah tunangan, namun masih selalu terbayang si mantan. Memang ini fenomena aneh, entah kenapa bayang2 mantan menyeruak lagi ketika seseorang sudah membuka lembaran baru.

Tentu hal ini cukup menganggu, mengingat kita tak mungkin kembali ke si mantan, sebab sudah punya pasangan yang sangat mencintai kita.

Saran saya adalah:

Ingatlah apa penyebab utama kamu putus sama mantanmu
Jika sudah ingat, tentu kamu akan merasa tak mungkin kembali padanya kan?
Ingat juga semua kejelekan dia yang bikin kamu dulu putus sama dia
Syukurilah kini kamu sudah punya pasangan yang mencintaimu dan menerimamu apa adanya, belum tentu mantanmu sudi menerimamu apa adanya lho.
Lihat semua kebaikan dari pasanganmu saat ini, dan jangan menengok ke belakang
Jangan dengan sengaja mengengang masa lalu dengan si mantan, sebab itu sama saja dengan mancing2 sendiri.
Jika si mantan mengajak bertemu, tolak saja.

Sunday, May 20, 2012

Etika Memutuskan Hubungan Cinta



Putus cinta dan bercerai adalah hal yang dirasa sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Terlebih pada mereka yang benar-benar merasakan jatuh cinta pada pasangannya. Dimana mereka tidak menganggap perasaan cinta mereka sebagai main-main belaka. Namun menganggapnya sebagai cinta sejati dan yang terakhir. Sehingga ketika mereka harus merasakan pahitnya putus cinta, keindahan panorama cinta  seolah-olah telah musnah tertelan sakitnya kegagalan cinta. Hingga karena begitu menusuknya rasa sakitnya, tak sedikit yang jadi korban keganasanya. Bunuh diri atau hidup tanpa pasangan seumur hidup.

Siapapun tentu tak ingin merasakan kegagalan cinta. Baik pada mereka yang masih berstatus pacaran, apalagi yang sudah berkeluarga. Namun ketika keadaan memaksakan untuk melakukannya, tak banyak yang mampu untuk menghindarinya. Tak perduli siapakah orang tersebut. Entah pejabat, pengusaha, bangsawan, publik figur atau hanya orang awam biasa. Semua bisa melakukan atau menjadi korban dari kepahitan hidup bernama putus cinta.


Walaupun tidak ada aturan yang melarang seseorang memutuskan hubungan cinta, namun alangkah baiknya ketika seseorang memahami etika dalam memutuskan pasangannya. Karena bagaimanapun, tentu mereka pernah merasakan kebaikan dari seseorang yang dicintai tersebut. Baik dalam bentuk materi atau pun non materi. Meskipun hubungan cinta mereka mesti berakhir. Maka berikut ini adalah beberapa etika yang sebaiknya diperhatikan ketika seseorang akan memutuskan cinta pasangannya :

Berterus teranglah kepada pasangan anda akan perasaan yang dirasakan
Cinta dan jodoh adalah rahasia yang benar-benar hanya dimiliki oleh Allah swt. Ini berarti kita tidak bisa memastikan apakah hubungan kita bisa berlangsung dengan langgeng. Terlebih bagi mereka yang masih dalam status hubungan pacaran. Karena akan ada begitu banyak cobaan serta godaan yang akan menguji kekuatan hubungan cinta mereka. Bisa dikarenakan faktor jarak, orang tua, maupun faktor status yang disandangnya. Maka ketika keputusan untuk mengakhiri hubungan mesti diambil, berterus teranglah kepada pasangan anda. Kenapa keputusan tersebut harus diambil. Berilah pengertian yang bijaksana tanpa harus lebih menyiksa seseorang yang kita putus cintanya. Sehingga andai pun sakit, orang yang kita putuskan cintanya akan mudah untuk bangkit kembali dan melupakan kepedihan yang ada.

Carilah waktu dan suasana yang tepat
Memutuskan cinta tentu akan menyakitkan baik bagi pelaku itu sendiri terlebih lagi bagi si korban. Maka carilah waktu dan suasana yang dianggap tepat untuk mengungkapkan keputusan untuk mengakhiri hubungan cinta. Hal ini penting karena banyak diantara mereka yang menyatakan keputusan ini pada situasi yang tidak tepat. Misalnya ketika orang yang hendak diputuskan cintanya dalam keadaan sakit, bermasalah dengan nilai ujian mereka, pekerjaan, teman atau keluarganya. Sehingga ketika seseorang tersebut diputuskan cintanya, keadaan ini akan semakin menjatuhkan kondisi mental mereka. Dan bisa menyebabkan depresi yang sangat mendalam. Dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan sakit hati dan tekanan hidup yang dirasakan si korban.  Maka berusahalah mencari situasi dan waktu yang tepat untuk memutuskan cinta.

Tegaslah dalam memutuskan hubungan cinta
Ketika keputusan untuk mengakhiri cinta telah diambil dan dinyatakan, maka tegaslah dalam mengambil keputusan tersebut. Jangan memberikan lagi harapan yang nanti justru akan semakin menyakiti perasaan pasangan kita tersebut. Sehingga pada mereka yang merasakan diputuskan perasaan cintanya, segera berusaha untuk menyembuhkan perasaan sakit hati mereka. Dan berusaha cepat untuk melupakan kepahitan yang mereka rasakan. Agar perasaan sakit dan pahit tidak terus berlarut-larut mereka rasakan.

Ikhlaskanlah pemberian yang telah diberikan
Masa pacaran biasanya masa yang penuh dengan keindahan belaka. Sehingga memberikan materi menjadi sesuatu yang biasa untuk diberikan kepada pasangan. Namun sayangnya banyak diantara mereka yang ketika hubungan cinta mereka telah berakhir, semua pemberian yang diberikan selama hubungan pacaran mesti dikembalikan. Hingga pulsa telpon yang pernah diberikan harus dibayar. Tentu sesuatu yang dianggap berlebihan. Dan semakin menciptakan perasaan benci dan menghilangkan kebaikan. Padahal alangkah baiknya jika semua pemberian selama proses hubungan cinta, tidak diminta atau digugat kembali. Sehingga kebaikan seseorang akan tetap terkenang dalam kehidupan seseorang. Dan menjadi nilai tersendiri meski berakhir dengan sesuatu yang pahit.


Tetaplah menjalin hubungan silaturahmi
Putus cinta bukanlah  berarti putus pula hubungan pertemanan atau silaturahmi. Maka ketika hubungan cinta telah berakhir, tak ada salahnya ketika hubungan silaturahmi tetap terjalin. Tentu tidak mudah untuk melakukannya. Tetapi minimal hubungan silaturahmi tetap bisa terjalin dengan keluarga atau kerabatnya. Sehingga   kesan permusuhan atau balas dendam tidak ada disana. Memang berat dan butuh ketulusan tentunya untuk melakukannya. Namun ini bukanlah hal yang tidak bisa dilakukan sama sekali.

Setiap kita tentu memiliki keinginan untuk membahagiakan orang lain. Terlebih pada orang-orang yang kita cintai. Maka ketika cinta berawal dengan sesuatu yang manis dan penuh kebaikan, janganlah kita mengakhirinya dengan sesuatu yang penuh dengan kepahitan dan keburukan. Andai pun harus merasakan kepahitan, alangkah baiknya jika rasa itu tidak terasa selama-lamanya dalam kehidupan hati seseorang. Sehingga kebaikan dan keindahan selama menjalin hubungan cinta tetap terkenang sebagai kenangan yang indah dan tak mudah untuk dilupakan.

baca juga 
http://novitangieeuro2012.blogspot.com

Friday, May 18, 2012

kalimat2 indah



Thursday, May 17, 2012

Selama ini mungkin Anda merasa sebagai pacar yang normal


 perhatian sudah Anda curahkan, kasih sayang tak pernah sedikitpun terlewatkan. Tetapi mengapa Anda masih diduakan ya? Well, mungkin Anda punya ciri-ciri berikut ini:

 
1. Anda terlalu mudah membiarkan orang baru masuk pada kehidupan pribadi Anda.
2. Anda merasa tidak percaya diri, minder, dan merasa tak bisa hidup sendiri.
3. Anda tahu bahwa hubungan Anda tak sehat, tetapi Anda membiarkannya saja.
4. Hampir semua hubungan masa lalu Anda bermasalah.
5. Anda terlalu mudah jatuh cinta dan terbuai oleh rayuan pria.
6. Anda senang mendengarkan pujian, dan lebih senang mendengarkan kata-kata ketimbang memperhatikan s ikap seseorang.
7. Anda terlalu terbuka, dan tak segan menceritakan tentang keburukan mantan di masa lalu
8. Anda orang yang emosional dan gampang menangis
9. Anda menceritakan permasalahan Anda dengan menggebu-gebu, dan terkadang terlalu berlebihan saat menanggapi masalah.
10. Yang pertama kali Anda nilai dari seseorang adalah penampilannya.
11. Anda takut sendiri dan merasa kesepian.
12. Anda tergila-gila pada film-film drama percintaan yang mengundang air mata.
13. Anda cemburu buta.
14. Anda terlalu posesif dan takut kehilangan.
15. Anda meremehkan teman dan berpusat pada si dia saat berpacaran
.

kalimat-kalimat bijak


Mengertilah terhadap keadaan setiap orang sebelum kamu ingin dimengerti oleh orang lain. 

Gunakan syukur ketika kamu dicintai, dan gunakan sabar ketika kamu dibenci. Jangan ada sesal, jangan ada sebal. 

Senyum adalah cara untuk menyelesaikan banyak masalah, dan diam adalah cara untuk menghindari banyak masalah.

Miliki mimpi apapun, dan jangan ragu tuk berusaha mewujudkannya. Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan impian. 

Seseorang takkan pernah memahami arti keberhasilan yang sempurna tanpa mengalami kegagalan sebelumnya. 

Terkadang kita diberikan rasa kesepian yang mendalam, agar kita lebih menghargai indahnya kebersamaan.
Hati yang menyayangi tidak akan lelah untuk bertahan, tidak akan menyerah untuk berjuang..karena ia yakin adanya kebahagiaan bersama orang yang dia sayangi