Sunday, November 25, 2012

Perhatikan 5 Hal Penting Ini Ketika Punya Kekasih Baru

Hubungan asmara yang baru memang terasa masih sangat menggebu-gebu dan bersemangat. Meski terasa masih hangat, tapi Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal di awal hubungan.

Justru di awal masa pacaran, hubungan masih rentan. Anda dan pasangan pun masih harus menyesuaikan diri satu sama lain serta mengenal pribadi masing-masing. Agar dapat mengatasi masa-masa awal pacaran tanpa kesulitan, ini tipsnya.

1. Jangan Bilang "i love you" Terus-menerus Saling mengatakan "i love you" memang membuat Anda dan pasangan berbunga-bunga. Namun, sebaiknya jangan mengatakannya terlalu sering dan sebaiknya ucapkan dengan jujur. Dalam masa proses penjajakan atau di awal pacaran, perasaan cinta mungkin belum terlalu tumbuh. Untuk itu, Anda tidak perlu terlalu berlebihan mengatakan kalimat cinta pada kekasih. Ketika wanita terlalu sering mengatakan "i love you", pria bisa berpikir wanita yang dipacarinya adalah tipe agresif atau terlalu bernafsu. Seseorang yang mungkin akan mengekangnya dan bersikap posesif.

2. Saling Menghormati Ruang Pribadi Masing-masing Tidak ada gunanya membuat hubungan Anda menjadi beban dengan saling mengekang satu sama lain. Lebih baik, masing-masing tetap memiliki ruang pribadi untuk melakukan berbagai aktivitas Anda sendiri seperti sebelum berhubungan. Berpikir santai dan percaya terhadap pasangan, tanpa kekhawatiran yang berlebihan akan lebih baik. Selain itu, juga akan membuat hubungan Anda menjadi lebih produktif dan harmonis bagi kedua belah pihak.

3. Tunda untuk Membicarakan Pernikahan Bukannya pria tidak ingin menikah dan berkeluarga. Tapi secara umum, pria melihat pernikahan sebagai sesuatu yang besar dan rencana jangka panjang. Mereka lebih suka membicarakan hal-hal di masa sekarang, daripada masa depan yang belum pasti. Jika masa pacaran Anda baru beberapa bulan, apalagi masih dalah masa pendekatan, sebaiknya hindari topik pembicaraan tentang pernikahan kalau Anda tidak mau dia 'lari' menjauh.

4. Jangan Mudah Cemburu Tetap tenang dan jangan marah jika dia melihat seorang wanita yang menarik. Terlalu posesif hanya akan memperburuk suatu hubungan, apalagi cemburu di awal hubungan justru membuat si dia merasa terus dicurigai oleh Anda. Kontrol temperamen dan pancarkan kepercayaan diri Anda. Ini adalah cara yang paling baik untuk tetap menjaga pasangan tanpa harus mengekangnya. Lebih baik jika Anda membuatnya berada di zona nyaman saat Anda bersama.

5. Tetap Bersosialisasi dengan Orang Lain Pria memang akan tersanjung jika ia menjadi orang yang terpenting bagi wanitanya. Tapi ketika dia melihat Anda tidak punya kehidupan selain dengannya, kekasih bisa menganggap Anda orang yang anti-sosial dan penyendiri. Dia pun akan takut waktu kumpul bersama teman-temannya akan berkurang karena harus selalu menemani Anda. Ingat, dunia bukan hanya soal Anda dan kekasih, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Cobalah beri sedikit ruang untuk Anda dan dia menikmati hidup masing-masing. Hubungan cinta akan lebih berwarna dan dinamis. www.indobet77.com

Agar Bisa Merelakan & Berdamai dengan Mantan Kekasih

Berdamai dengan mantan kekasih bukan berarti harus kembali padanya. Melainkan mencoba untuk menerima keadaan dan merelakan bahwa si dia kini bukan lagi kekasih Anda. Memang tidak mudah, apalagi jika putusnya jalinan asmara tidak begitu baik.

Akan tetapi mencoba berdamai dengan keadaan dan mantan kekasih menjadi cara ampuh agar Anda bisa menjalani hidup normal tanpa merasa dendam. Hal itu juga sebagai cara untuk Anda lebih mudah move on. Ini dia tips bagaimana agar bisa berdamai dengan si dia yang telah menyakiti Anda.

1. Putus untuk Kehidupan yang Lebih Baik Sadarlah, setiap berakhirnya hubungan asmara memberikan peluang baru untuk Anda mendapatkan pria yang lebih baik. Memang sulit menjalani hari tanpa orang yang sebelumnya selalu bersama-sama Anda, namun Anda harus berjuang dan tidak memanjakan perasaan. Jika memang hubungan yang dijalani sudah tidak sehat, penuh kebohongan, sering diselingkuhi, terlalu egois atau si dia bersikap kasar, yakinlah bahwa mengakhiri hubungan merupakan keputusan yang tepat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Tidak Perlu Mencari Tahu Tentangnya Cara terbaik untuk meredam segala perasaan adalah dengan tidak mencari tahu kehidupan si dia saat ini. Ketika dia terlihat baik-baik saja tanpa Anda, tentu Anda akan semakin merana dan kesal, begitu sebaliknya. Jika Anda tahu dia galau atau sedih, Anda malah akan merasa bersalah dan bukan tidak mungkin Anda mencoba lagi untuk menghubunginya. Untuk itu, menjauhinya sementara di dunia nyata ataupun dunia maya bisa menjadi solusi. Hal itu karena Anda perlu menetralkan emosi terlebih dahulu, hingga akhirinya siap untuk berdamai dan memaafkannya.

3. Jalani Kehidupan Anda Sendiri Setelah putus, Anda memang butuh waktu untuk bersedih. Namun ingat jangan terus terbuai dengan perasaan sedih dan merana. Jangan terlalu lama berduka, Anda harus memiliki target kapan Anda harus memulai kehidupan Anda kembali, seminggu, dua minggu atau tiga minggu setelah putus. Setelah itu bangkitlah dan coba move on dengan menyibukkan diri dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang Anda sukai.

4. Maafkan Diri Sendiri Sebelum berusaha memaafkan orang lain, maafkanlah diri sendiri. Membawa perasaan negatif membuat Anda terus memikirkan kejelekan mantan dan itu tidak akan mengubah keadaan, tapi justru membuat Anda semakin kecewa. Cobalah untuk menerima keadaan, jauhkan perasaan negatif dan mulai dengan memaafkan diri sendiri.

5. Mencoba Jadi Teman Ketika Anda telah mampu melewati masa-masa terpuruk dan seluruh perasaan negatif telah 'terurai', Anda bisa mencob kembali berteman dengannya. Anda mungkin belum bisa terlalu dekat, namun setidaknya Anda sudah mulai bisa bertegur sapa atau sekedar basa-basi. Jangan sekali-kali terpancing dengan kisah yang lalu. Untuk itu, anggaplah dia sebagai orang baru yang Anda kenal dan tidak memiliki masa lalu dengannya.